Pengertian TentangMu


 

Kuserahkan diriku ke tempat awan menyerahkan dirinya
Yang membawa air sejuk dan lezat

Keserahkan diriku ke tempat bumi menyerahkan diri
Yang membawa batu-batuan yang berat-berat
Diratakan dan ditancapkannya gunung-gunung diatasnya

(Abu Faraj Al Asfahani)

Mengapa jalan kita berbeda, kata seorang kawanku sesaat sebelum kami memutuskan untuk merubah rute perjalanan.

"Iya", kata temanku yang satunya. Kemudian ada temanku yang berikutnya juga mengatakan hal yang sama yaitu, "Aku ingin ikut bersamamu, tetapi ada satu genk teman-temanku yang lain mengatakan, "Buat apa  sih kamu semua pada ikut yang begitu-begituan, apa tak ada yang lain yang bisa dikerjakan selain duduk-duduk di atas gunung dan merenung."

Sekelompok anak gaul dengan lipatan-lipatan wajah yang ditekuk melintasi arah kami, jadi berseberangan dengan tujuan kami semula.

"Hai, Cantik, bolehkan aku mengenalmu", teriak salah satu dari sekian banyak Junkers.

"Hehehehe, sorry guys,  soalnya dandanan mereka, wuiih, selangit men, belon lagi yang memakai baju ditambal-tambal mirip papan catur tapi OKAY juga kok. Meski jujur, aku rada nggak sreg."

"So, kita lanjutkan kembali perjalanan ini, belum kelar lho, jadi kalian kudu siap membaca beberapa barisan lagi supaya 'ngeh' dengan apa yang aku 'tulis' "

Well, tahu nggak sih jika kita ini sebenarnya adalah khalifah, itu lho pemimpin. Nah, sebagai pemimpin, kita harusnya waspada, maaf, aku pinjam istilah para bapak-bapak yang keren-keren itu. Yang jelas kita haurs waspada, waspada terhadap segala hal, kita yang muda kudu punya wawasan luas seluas samudera, setinggi pegunungan, sejernih wajah teladan kita dalam jiwa dan raga ini.

Tapi, akhir-akhir ini kita punya dua masalah penting  yang tidak pernah terselesaikan, kebiasan pribadi yang bablas dan kebebasan organisasi yang semakin tak jelas arah tujuannya. Intinya, kebebasan pribadi tak akan terjamin tanpa adanya organisasi yang satu pemahaman, satu pemikiran, satu tujuan, satu keinginan, satu kesungguhan, satu harapan, dan yang tertinggi, Allah yang satu yang dicita-citakan.

Begitu banyak kita dikumpulkan bersama orang-orang yang berseberangan dengan kita, tetapi toh kita jalani juga kehidupan ini bersama mereka atau walaupun seringkali kita sakiti orang-orang yang secara lahiriyah bergabung dengan kita bersama mencapai keinginan yang mulia hanya untuk melepaskan kekakuan pribadi dan melebur bersama-sama untuk menjadi khalifah yang ditunggu-tunggu.

Walau style hidup aku dan kamu berbeda, rupanya kita masih punya jatah 'pas' untuk menggabungkannya agar aku, kamu sepakat pada banyak hal. Insya Allah, tidak akan menjadi berat sebelah, tidak akan membingungkan. Karena kita tak perlu memanjangkan bingung itu sendiri. Kita sudah punya ilmu dan sedang mencari ilmu, hanya saja kita berada pada tingkat yang berbeda, berada pada belum paham, setengah paham dan paham dengan benar. Jadi sejauh ini, kita masih pada posisi belum paham dengan benar, sehingga sering melampaui batas lintasan yang ada dan tidak dapat terkontrol lagi oleh sebuah ketaatan dalam hidup seperti yang ada dalam KitabNya ;

"Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah kemudian Dia berkata kepadanya, Jadilah, maka jadilah sesuatu itu."
(Qs 3:59)

Jadi ... Sungguh beruntung kaum yang beruntung dan semoga saja Allah berkenan memberikannya buat kita

)dituliskankembali(

http://yienda80.multiply.com/journal/item/590/Pengertianku-Tentang-Mu

Postingan Populer